[Ficlet] Annoying Cotton Candy

Annoying Cotton Candy

 

bangsvt’s present

Annoying Catton Candy

Starring : Seventeen’s Soonyoung a.k.a Hoshi Kwon, OC’s Haera Song, OC’s Daehan Song

General

Slice of Life, Family

Hyung, belikan aku permen kapas.”

Enjoy!


Soonyoung melangkahkan tungkainya semangat menuju rumah putih yang ada di depan rumahnya. Rumah yang cukup sederhana dan apik itu menyita perhatian Soonyoung.

“Hei, Hosh!” dengan canggung Soonyoung membalas sapaan seorang gadis yang baru saja keluar dari rumah itu. “Terima kasih sudah mau datang.”

“Iya, Haera, buat kamu apasih yang tidak aku lakuin, hehe.” Haera terkekeh mendengar ucapan Soonyoung yang agak cheesy menurutnya. “Ngomong-omong, kenapa aku dipanggil?” Soonyoung menatap Haera dengan penuh kebingungan. Dilihat dari penampilan Haera, sih, dia pasti mau pergi. Harapan Soonyoung, Haera dengan senang hati meminta dirinya untuk nemenin. Tapi sayang, harapan, ya hanya harapan.

“Gini, aku mau pergi sebentar dengan Xiao, dan di rumah, Daehan tidak ada yang jagain, hehe.” Begitu Haera menyengir, Soonyoung juga ikut menyengir dengan diikuti senyuman masam setelahnya. Perasaan Soonyoung mulai tidak enak begitu Haera menyebutkan nama ‘Daehan’ di dalam percakapan mereka. “Jadi aku mau minta tolong, tolong jagain Daehan, ya? Dia kan sudah kenal kamu, jadi aku percayain dia ke kamu. Ah, itu Xiao udah datang, aku duluan, ya, Hosh. Nanti aku bawain Jiaozi1 , deh. Dah!” lambaian tangan Haera disambut dengan ekspresi masam Soonyoung. Mau tidak mau, dia harus menjaga Daehan, adik Haera yang nakalnya bikin Soonyoung tidak bisa berkata-kata. Begitu motor Xiao melaju pergi dengan membawa Haera, Soonyoung langsung memasuki rumah di belakangnya tanpa ragu. Rada tidak sopan memang, tapi Soonyoung tidak perduli, karena rumah Haera ini sudah seperti rumah kedua bagi Soonyoung.

“Hoshi Hyung!” seruan seorang anak kecil membuat Soonyoung harus bersabar ria. Karena dengan adanya suara itu, berarti mimpi buruk akan dimulai. “Hyung, tumben mau jagain aku, mau bikin Kak Haera suka sama Hyung, ya?”

“Eh, ini anak, masih beruntung aku mau jagain kamu.”

“Enakkan tidak dijagain sama Hyung, sih, sebenarnya.” Soonyoung hanya bisa mengelus dada sabar karena tingkah laku Daehan. Kalau bukan karena Haera, mungkin sekarang dia sedang bermain Dota di rumahnya. “Hyung, jangan ngambek. Aku kan hanya bercanda.” Daehan mulai mengeluarkan suara imut—yang dibuat—buatnya. Soonyoung mengangguk pelan. Laki-laki bersurai blonde ini menggerakan tungkainya menuju sofa yang ada di ruang tengah. Dirinya mencoba untuk menghiraukan keberadaan anak kecil di tangga yang masih memandang ke dirinya sembari memegang sebuah action figure Tyrannosaurus.

“Hoshi Hyung, di Taman Kota ada yang jual permen kapas, aku mau.” Belum ada dua detik Soonyoung menikmati empuknya sofa, suara Daehan menginterupsi dirinya dengan permintaan yang membuat Soonyoung menghela napas kasar. “Hoshi Hyung, please, kalo Hyung mau beliin aku, aku bakal bantuin Hyung dapatin Kak Haera, deh.” Soonyoung melebarkan matanya spontan begitu Daehan mengatakan sesuatu yang berhubungan dengan Haera. “Dengar kata ‘Kak Haera’ saja langsung nengok.” Daehan mendengus melihat reaksi yang Soonyoung berikan.

Sok tahu, kamu. Aku itu nengok karena heran, kan kamu tidak boleh makan permen kapas. Kalau aku dimarahin Haera bagaimana?”

“Alasan, bilang saja mau dibantuin.” Daehan mencibir, membuat Soonyoung kembali mengelus dada. “Ayolah, Hyung, belikan aku permen kapas. Aku janji tidak bilang ke Kak Haera, jadi Hyung tidak bakal dimarahin Kak Haera.”

“Hmm… tapi janji, ya?” Daehan tersenyum, lekas ia menganggukkan pertanyaan Soonyoung. Tanpa pikir panjang, tangan Daehan sudah meraih tangan Soonyoung dan menariknya berjalan ke Taman Kota. Sesampainya di Taman Kota, mereka langsung mencari kedai permen kapas yang diinginkan Daehan. Sudah lima menit mereka berjalan mencari, namun kedai itu nampak tak terlihat. Tapi Daehan tetap bersikeras untuk mencari kedai tersebut,

Hyung, kedainya disana!” seruan Daehan mengaggetkan Soonyoung. Nampak satu kedai yang sangat bersinar—karena memasang banyak lampu—di mata Soonyoung. Tidak hanya bersinar karena lampu, banyak juga orang-orang yang mengantri di kedai tersebut. Dengan langkah gontai Soonyoung dan langkah bersemangat Daehan akhirnya mereka sampai di antrian. Tidak memakan waktu yang cukup lama, sekarang Daehan sudah mendapatkan satu batang permen kapas yang besarnya melebihi tubuh anak itu. Soonyoung menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Dae, pulang ‘kan?” Daehan hanya mengangguk. Mulutnya penuh dengan benda halus berwarna merah muda yang sama seperti apa yang sedang dipegangnya. Selama di perjalanan pulang, Soonyoung memikirkan Haera yang sedang jalan-jalan dengan Xiao. Ada hubungan apa mereka sampai jalan-jalan hanya berdua seperti itu. Mana tidak mengajak dirinya pula.

Hyung, bengong saja.”

“Lho! Permen kapasnya kemana?” Soonyoung kaget begitu melihat Daehan yang berada di sebelahnya sudah tidak memegang batang permen kapas.

“Sudah habis.” Dengan tampang polos, Daehan menjawab pertanyaan Soonyoung. Soonyoung yang mendengar hanya bisa membelalakan matanya.

“Astaga, rakus banget, sih, kamu.”

“Biarin. Hyung, mau tahu nggak, bagaimana cara dapatin Kak Haera.” Tatapan Soonyoung berubah menjadi antusias begitu anak kecil di depannya berkata. “Caranya, Hyung harus bikin Kak Haera putus dari Xiao Hyung, baru, deh, bisa dapatin Kak Haera.” Demi apapun, kaki Soonyoung berubah lemas. Pantas saja mereka jalan-jalan berdua, Haera terlihat sangat senang begitu Xiao sampai, Haera tanpa ragu memeluk Xiao begitu ia menaiki motor Xiao. Jadi mereka berkencan?!

“Hosh!” Hoshi mendongakkan kepalanya. Melihat siapa yang memanggilnya, pun dia tidak perlu mendongak karena sudah tahu siapa yang memanggil. “Terima kasih sudah mau menemani Daehan, ya. Aku berhutang Jiaozi, kan? Maafnya, tadi aku lupa, besok akan aku bawakan ke rumahmu, deh. Kali ini aku janji, tenang saja.” Daehan mengangguk dengan senyum masam begitu Haera berbicara tanpa rem. “Xiao, hati-hati!” Senyuman masam Soonyoung sudah berubah menjadi sangat-sangat masam. Tahu begini, dia tidak akan mau membelikan Daehan sebuah permen kapas. Dia tidak akan mau menuruti perintah anak kecil itu hanya untuk menjadi pacar Haera. Ah! Sial! Daehan betul-betul menyebalkan! Permen kapasnya juga! Mereka berdua benar-benar menyebalkan! Rutuk Soonoyung.

“Haera, aku pulang dulu, ya.”

“Ah, baiklah. Sekali lagi, terima kasih, Hosh!” Soonyoung pulang dengan wajah masam, bahkan tungkainya seperti tidak memiliki tulang. Dia sangat lemas untuk berjalan. Di balik jendela, Daehan melihat Soonyoung yang galau dengan cekikikan. Setidaknya dia berhasil mendapatkan permen kapas walau harus membuat orang lain sakit hati.

“Maafkan aku, Hoshi Hyung!”

KKEUT

 

  1. Jiaozi = China’s dumpling.

 

 Semoga kalian suka sama FF ini,

Bikinnya buru-buru, maaf aja kalau ada yang typo, dsb.

Tinggalkan komentar atau like biar author semangat.

Regards,

bangsvt

Iklan

2 pemikiran pada “[Ficlet] Annoying Cotton Candy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s