[Threeshoot-1] Ramyun Love

ramyun-love.jpg

Cast Seventeen Seungkwan & Park Haemi (OC)

Genre Teen

Rating  PG-15

© harimingyu

Apa kau tahu persamaan antara kau dan ramyun

.

­-Author POV-

Haemi melangkahkan kakinya malas hingga tiba-tiba sebuah suara muncul dari perutnya. Ia mendengus kemudian menyentuh perutnya.

“Aku lapar,” ujarnya sambil meniup poninya kesal. Kemudian ia merogoh saku jaketnya dan menghitung beberapa lembar won yang ia miliki di sakunya.

“Apa yang bisa kubeli hanya dengan uang sebanyak ini,” gumamnya.

“AAAAKHHH!!! Dasar Park Haemi bodoh! Bagaimana bisa kau lupa membawa dompet tadi pagi,” omelnya pada diri sendiri. Kemudian ia kembali melangkahkan kakinya hingga ia berhenti di sebuah kedai ramyun. Matanya tertuju pada sebuah banner bertuliskan “SPECIAL PROMO” didepan kedai itu. Ia memandangnya beberapa saat sambil sesekali melirik kedalam kedai dari jendela.

“Kau tidak mau masuk? Bukankah disini dingin?” seorang laki-laki yang tiba-tiba berdiri disebelahnya berbicara padanya.

“Ne?” tanya Haemi terkejut.

“Masuk saja. Special promonya akan berakhir sore ini,” lanjut laki-laki itu kemudian melangkahkan kakinya masuk ke kedai.

“Ah sudahlah. Makan dirumah saja,” ujar Haemi kemudian berbalik. Namun perutnya ternyata tidak dapat ia ajak kompromi, karena terus saja mengeluarkan suara. Haemi menghela nafasnya kemudian masuk kedalam kedai dan mengambil tempat.

“Ku kira kau tidak akan masuk,” sebuah suara kembali mengagetkan Haera.

“Ramyun disini benar-benar enak. Kau tidak salah telah datang kesini,” lanjut laki-laki yang tadi menyapa Haemi didepan kedai yang kini duduk disebelah Haemi. Sementara Haemi hanya tersenyum kecil kemudian meraih buku menu.

Noona 2 ramyun special untukku dan gadis ini ya,” ujar laki-laki itu pada pelayan. Sontak  Haemi menoleh kearah laki-laki itu dan memberikan tatapan “Apa maksudmu? Akukan belum selesai membaca menu”

“Tenang saja. Aku yang bayar,” lanjut laki-laki itu kemudian tesenyum lebar.

“Apa-apan laki-laki ini,” batin Haemi. Ia merogoh sakunya dan mengambil ponselnya sambil menunggu pesanan makanan untuknya. Tak butuh waktu lama, ramyun Haemi dan laki-laki itu pun disajikan.

“Wahhh kelihatannya enak,” gumam Haemi dengan mata berbinar memandang ramyun didepannya.

“Enak bukan? Makanlah. Ramyun disini memang benar-benar enak,” ujar laki-laki disebelahnya yang kini memulai makannya. Haemi meraih sumpitnya dan mengambil suapan pertama.

Haemi POV-

Wahhhh benar-benar enak sekali. Baru kali ini aku merasakan ramyun seenak ini. Tanpa basa-basi aku pun melahap ramyunku.

Noona satu mangkuk lagi ya,” ujar laki-laki disebelahku tepat saat aku akan melahap suapan ketigaku. Sontak aku langsung menoleh kesebelahku dan benar saja, mangkuknya sudah bersih. Wahhh orang ini makannya tidak dikunyah ya? Langsung ia telan atau bagaimana? Orang ini benar-benar gila. Bagaimana bisa aku baru akan menyuap suapan ketigaku dan dia sudah meminta 1 mangkuk lagi. Dia ini lapar atau memang doyan.

Wae?” tanya laki-laki disebelahku yang menyadari jika aku menatapnya.

Anni,” jawabku kemudian kembali memakan ramyunku. Ditengah-tengah aku menikmati ramnyunku sebuah dering telepon berbunyi dan ternyata ponsel laki-laki disebelahku.

“Ne, hyung? Sekarang? Ah kau ini mengganggu saja. Ah arraseo arraseo aku akan kesana,” laki-laki itu kemudian berlari keluar dari kedai dengan terburu-buru. Dasar laki-laki aneh. Eh tunggu dulu, tadi bukankah dia bilang akan membayar ramyunku? Dan astaga yang benar saja dia sudah menghabiskan 5 mangkuk ramyun yang kini mangkuknya bertumpuk disebelahku. Aku harus mengejarnya benar aku harus.

Akupun menarik tasku dan berlari mengejar laki-laki itu. Aku mengedarkan pandanganku dan melihatnya berlari disudut jalan.

“Aish beraninya dia kabur setelah berkata akan membayar ramyunku,” gerutuku kemudian berlari mengejar laki-laki berjaket biru navy dan sebuah topi cream yang ia kenakan.

“Hey kau!! Berhenti!!!” teriakku saat tanganku hampir mengenai jaketnya. Namun nihil, kini lampu lalu lintas berwarna hijau dan dia sudah hilang diseberang jalan.

“Akh! Sialan,” umpatku saat aku tak lagi melihat bayangannya. Dengan langkah berat aku kembali berjalan ke kedai ramen tadi dan menuju ke bagian cashier.

“Ini emm aku mau membayar untuk..”

“Semuanya suda dibayar nona,” ujar petugas cashier saat aku belum menyelesaikan kalimat.

“He? Sudah dibayar?” tanyaku yang dijawab anggukan dari petugas cashier. Sudah dibayar? Dibayar siapa? Apa jangan-jangan..

“Siapa yang membayarnya? Bukankah laki-laki tadi berlari keluar sebelum ia membayarnya?” tanyaku lagi pada petugas cashier.

“Ne. Tuan Boo Seungkwan yang membayarnya nona,” jawab petugas cashier.

“Boo Seungkwan?” gumamku.

“Ne. Tuan yang tadi berlari dari kedai ini dan yang duduk disebelah nona adalah tuan Boo Seungkwan. Putra pemilik kedai ini”

“NE????? Putra pemilik kedai????” ujarku dengan nada sedikit tinggi.

-RAMYUN LOVE-

Boo Seungkwan. Boo Seungkwan. Boo Seungkwan. Nama itu terus saja ada dipikiranku. Jadi dia adalah putra pemilik kedai ramyun itu. Aku berjalan dipinggir taman dengan ice cream yang kini sedang kumakan. Tiba-tiba seseorang menyenggol bahuku dan alhasil ice cream yang kupegang mengenai bajunya. Apa-apaan sih orang ini.

“YAKK!! Kalau ja.. Boo Seungkwan?” teriakanku tercekat saat aku mendongak kelaki-laki yang menabrakku tadi yang ternyata adalah laki-laki yang kemarin kutemui, Boo Seungkwan.

“Oh? Kau tahu namaku?” tanyanya kemudian.

Author POV

“Emm itu emm kemarin,” ujar Haemi kebingungan. Sementara Seungkwan tertawa melihat tingkah Haemi yang menurutnya menggemaskan. “Yak!! Kau ini tidak punya mata ya? Jelas-jelas aku berjalan dengan santai disini. Kau tidak lihat? Hah? Tidak lihat? Matamu dimana sampai-sampai tidak melihatku yang sebesar ini,” omel Haemi kemudian.

“Jadi kau mengakuinya kalau kau ini gemuk? Hahaha,” tanya Seungkwan sambil menahan tawanya.

Mwo?? Gemuk? Dan sekarang kau mengejekku gemuk????” omel Haemi lagi, sementara Seungkwan tertawa sambil membersihkan bajunya dengan sapu tangan.’

Anni. Akukan hanya meneruskan kalimatmu tadi,” jawab Seungkwan.

“Lihat! Ice creamku jatuh!” omel Haemi lagi.

“Okey, aku akan ganti ice creammu. Ayo,” ajak Seungkwan sambil menarik tangan Haemi.

“Kau mau membawaku kemana?” tanya Haemi dengan nada suara yang sedikit dinaikan. Seungkwan menghentikan langkahnya dan menoleh kearah Haemi.

“Tadikan kau bilang ice cream jatuh. Yasudah aku akan menggantinya,” jawab Seungkwan.

“Oh emm begitu ya oh yasudah,” sahut Haemi canggung.

“Okey, ikut aku,” ujar Seungkwan sambil kembali menarik tangan Haemi.

“Tunggu dulu!!” ujar Haemi lagi yang kembali membuat Seungkwan menghentikan langkahnya.

Wae?” tanya Seungkwan.

“Tidak perlu memegang tanganku seperti ini” jawab Haemi sambil menarik tangannya kasar. Seungkwan terkekeh kemudian menyelipkan tangannya pada saku celananya.

TBC♥

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s