[Oneshot] Phone

Phone

Phone

By : Febby Fatma

Drama, AU

G

Oneshoot

 

Cast :

Jeon Wonwoo SEVENTEEN

Luke Hemmings 5SOS

OC

Wonwoo baru duduk di salah satu bangku kafe itu sekitar lima menit saat terdengar suara ringtone ponsel. Acara membacanya jadi sedikit terganggu.

Tadinya Wonwoo pikir itu milik pelanggan lain di kafe itu, tapi saat sebagian besar mata orang di sana mengarah padanya, Wonwoo sadar kalau suara itu memang berasal dari tempatnya.

Ternyata sebuah ponsel tergeletak di bangku lain yang mengitari meja pilihan Wonwoo. Ponsel itu sama seperti miliknya.

Tapi itu bukan milik Wonwoo.

Saat Wonwoo mengambilnya, ponsel itu berhenti berdering.

Oh baiklah, sekarang apa yang harus Wonwoo lakukan dengan ponsel ini?

“Ada yang kehilangan ini?”

Beberapa mata kembali menatap ke arah Wonwoo. Tapi kebanyakan dari mereka menggeleng setelah Wonwoo menunjukan ponsel temuannya tadi.

Jadi Wonwoo putuskan untuk membiarkan ponsel itu tetap di sana. Jika seseorang kehilangan benda itu, pasti dia akan kembali mencarinya kemari atau menelpon ke ponsel itu. Lagi pula Wonwoo masih belum ingin meninggalkan tempatnya sekarang hanya untuk sebuah ponsel tak berpemilik.

“Permisi, aku menemukan ini di sana. Apa tidak ada yang mencari ponsel ini?”

Si kasir di kafe itu menggeleng. Dia justru membuat Wonwoo semakin bingung harus bagaimana dengan ponsel temuannya.

“Kalau begitu aku titipkan saja ini di sini.”

Si kasir menolak. “Di bawa saja. Pihak kami tidak mau mengambil resiko hal seperti ini.”

Wonwoo meringis, menggaruk kepala bagian belakang. Sekarang bagaimana?

“Ah, begini saja..” Kasir itu meminta Wonwoo meninggalkan nomor telpon di sana, tapi Wonwoo tetap yang menyimpan ponsel temuan itu. Nanti jika ada yang mencari pihak kafe akan memberikan orang itu nomor telpon Wonwoo.

“Baiklah kalau begitu.”

Setelah meninggalkan nomor telponnya Wonwoo meninggalkan kafe yang sebenarnya ada di lantai dasar gedung apartemennya. Kafe tempat Wonwoo menghabiskan waktu dengan membaca buku. Kafe yang sedikit memberi refresing bagi Wonwoo dari kesehariannya.

Wonwoo adalah seorang penulis naskah film. Kesehariannya lebih banyak dia habiskan di rumah untuk membuat naskah film atau drama. Yah, kadang Wonwoo memang akan pergi, tapi itu jika otaknya sudah benar-benar tidak bisa membuat sedikitpun naskah. Selama membaca buku, berkeliling di sekitar gedung apartemen atau menikmati fasilitas di sana masih bisa membantu, maka itu tidak perlu.

Sampai di kamarnya Wonwoo kembali meneruskan naskah yang harusnya dia beri pada sebuah rumah produksi akhir bulan ini. Itu adalah naskah dari sequel film yang dua tahun lalu memenangkan banyak penghargaan akhir tahun. Film yang naskahnya juga adalah tulisan Wonwoo.

Sebuah Film bergenre misteri horor yang mengangkat kehidupan remaja-remaja jaman sekarang, tidak lupa beberapa bumbu pemanis yang membuat kisahnya semakin membuat penasaran.

Tapi,

“Ah sial!”

Wonwoo masih belum bisa menulis apapun. Otaknya masih terus kosong jika itu berhubungan dengan naskahnya.

Mata Wonwoo tiba-tiba saja tertarik dengan dua ponsel di samping laptopnya. Kedua ponsel itu sama-sama dia taruh dengan posisi terbalik. Tapi Wonwoo bisa langsung mengenali mana miliknya dan mana yang milik orang lain.

Dia ambil ponsel temuan itu, ada niat untuk melihat-lihat isinya.

Wonwoo tahu itu tidak sopan, tapi dia penasaran. Syukurnya layar ponsel itu dikunci dengan sebuah pola. Rasa pemasaran dalam dirinya terpaksa dia simpan lagi.

Dia taruh lagi ponsel temuan itu di samping ponselnya. Dengan posisi yang sama seperti tadi.

Tapi belum ada sepuluh detik dia kembali mengambil ponsel itu. Mencoba membuka kuncinya dengan pola umum tapi tidak bisa, dengan pola asal juga tidak bisa. Hebatnya saat Wonwoo mencoba dengan pola yang dia gunakan di ponselnya sendiri kunci layar ponsel itu terbuka.

“Ini ponselku?”

Bukan. Wonwoo langsung dapat jawabannya saat melihat isi galeri ponsel itu.

Ponselnya sendiri tidak mungkin ada foto seorang gadis. Karena kalau boleh jujur, Wonwoo bukan tipe yang suka mengabadikan wajah seseorang dengan ponsel. Di ponselnya sendiri kebanyakan yang ada justru foto Jia, kucing kesayangan Wonwoo. Sisanya mungkin foto artis yang bertemu dengannya.

Sudah.

Hanya itu.

“Sebenarnya ini milik siapa?”

Ada satu gadis yang selalu ada di foto itu. Jadi Wonwoo pikir kalau ponsel temuannya milik gadis itu. Tapi begitu foto gadis tadi dengan seorang laki-laki Wonwoo temukan, pikiran awalnya mulai goyah.

Mungkin saja ini ponsel laki-laki itu dan gadis yang sejak tadi fotonya Wonwoo lihat adalah kekasih laki-laki itu.

Wajar jika seorang laki-laki menyimpan banyak foto kekasihnya. Apa lagi gadis itu cukup cantik.

Jadi, yah, itu mungkin saja.

Ibu jari Wonwoo kembali menggeser foto lain. Kini foto gadis tadi lagi yang terlihat.

“Dia cantik juga.”

Segaris senyum tertarik saat Wonwoo memperbesar gambar gadis itu.

Bibir merah dengan senyum kecil, mata yang seolah ikut tersenyum, sebuah anting kecil di telinga, dan beberapa helai rambut yang tampak membebaskan diri dari kuncir. Gadis itu tampak menarik bagi Wonwoo.

Saat itu, saat Wonwoo asik menatap foto gadis tadi, ponsel itu berbunyi. Layarnya menunjukan nama penelpon.

“Rumah?”

Ah, orang itu baru mencoba mencari ponselnya setelah sekitar empat jam hilang?

“Ya?”

“Ini siapa?”

“Aku orang yang menemukan ponsel ini.”

“Oh syukurlah. Terima kasih sudah menemukannya.”

“Yah-yah, jadi apa kau akan mengambilnya?”

“Tentu. Di mana saya bisa menemui anda?”

Wonwoo memberi tahu alamatnya. Setelah itu sambungan tadi berakhir. Katanya orang itu akan segera datang ke apartemen Wonwoo.

Oh ya, orang itu seorang gadis.

Dari suaranya tadi Wonwoo tahu kalau pemilik ponsel temuannya adalah seorang gadis. Sesuai dengan dugaan awal.

Wonwoo keluar dengan Jia di gendongannya. Tidak lupa dia juga membawa ponsel milik gadis yang tadi menelponnya. Gadis itu datang cukup cepat dari dugaan Wonwoo.

“Ini.”

Gadis itu menerimanya sambil menunduk mengucapkan terima kasih. Dia tampak senang setelah mendapat benda itu lagi.

“Terima kasih sudah menyimpannya.”

Wonwoo mengangguk ramah pada laki-laki yang mengantar gadis itu datang. Laki-laki yang sama dengan yang ada di foto tadi.

“Dia memang sedikit pelupa. Ini bukan pertama kalinya dia membuat kesalahan seperti ini.” Laki-laki itu memberi pukpuk pada pucuk gadis di sampingnya. “Sekali lagi terima kasih.”

“Sama-sama.”

“Jaman sekarang jarang ada orang yang mau menyimpan ponsel temuan dan mengembalikannya.”

Oh baiklah, Wonwoo mulai tersanjung dengan pujian laki-laki itu. Tapi ada sedikit kecemburuan melihat mereka berdua.

Laki-laki itu juga termasuk kekasih yang baik karena mau repot-repot mengantar kekasihnya demi ini. Dia salah satu dari seratus.

“Oh ya, aku Luke. Luke Hemmings.” Wonwoo menerima jabat tangan laki-laki itu.

“Wonwoo Jeon.” Laki-laki itu mengangguk dan menyenggol lengan adiknya agar mengalihkan perhatian pada Wonwoo.

“Dan ini adikku, Jane Hemmings.”

“Hay Jane.”

Segaris senyum merekah di bibir Wonwoo.

“Hay Won.”

Setelah acara perkenalan itu Luke dan Jane pamit. Wonwoo sendiri langsung masuk ke dalam. Menaruh Jia pada tempat kucing itu dan mengambil ponselnya.

Keluar dari lift ponsel Jane bersuara keras. Cukup keras di keramaian lobbi sebuah apartemen besar.

“Siapa?” Luke mencuri-curi untuk tahu siapa yang menelpon adiknya.

“Wonwoo.”

Baik Jene dan Luke saling tatap dalam kebingungan.

Curhat dikit :

Ini fanfik yang inspirasinya aku dapet disaat-saat aku stress karena hp-ku ilang. Jadi maaf kalo rada random.. 😀

Ceritanya aku lagi pergi sendiri, tapi aku lupa ninggalin hp-ku di suatu tempat. Sialnya di sana ada satu judul ff siap publis.

Sebenernya dibanding nangisin hpnya yang ilang aku nangis buat satu judul ff itu, foto-foto sama videonya. Sisanya udah aku relain.

Tapi yah, mungkin ini yang namanya musibah membawa berkah.

Hp ilang webe pun ikut hilang. Tiba-tiba dapet banyak banget ide buat nulis.

Oh ya udah lah curhatnya. Makasih udah baca sampe sini. Jangan lupa responnya ya..

Febby pamit–

Iklan

5 pemikiran pada “[Oneshot] Phone

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s