[Chapter 1] Hey Puppy

Hey Puppy

Storyline & Poster by Harimingyu

Main Cast Seventeen Mingyu | Vernon | Yoo Gangjin (OC)

Other Cast Seventeen Wonwoo | Hoshi | Woozi

Lenght Chaptered

Genre School Life | Romance | Friendship | Family

Rating PG-15

“..berhentilah menggonggong”

.

WARNING!! TYPO BERTEBARAN HARAP DIMAKLUMI hehe

.

“Hoy Yoo Gangji!!” panggil seorang yeoja yang duduk tak jauh dari tempat duduk Gangji. Sontak Gangji menoleh kearah yeoja itu dan menatapnya malas.

“Kau tidak pakai kalung anjingmu? Dimana majikanmu? Dia tidak mencarimu karena kau pergi ke sekolahan? Hahahaha” cibir yeoja itu diikuti tawa dari beberapa teman-temannya.

“Againn” gumam Gangji kemudian memendamkan wajah pada lipatan tangannya dimeja.

“Yak! Kenapa tidak menjawab? Ah iya kau hanya bisa guk guk guk” cibir yeoja itu lagi.

“HAHAHAHAHAHAHA” seruan tawa beberapa murid pun menggema.

“HEY, KALIAN BERISIK SEKALI! KAU LIHAT TIDAK AKU SEDANG TIDUR? MENGGANGGU SEKALI” omel seorang namja berpostur tinggi yang berada di pojok kelas. Dan seketika kelas pun hening.

*****

Bel tanda pulang pun berdering. Gangji segera merapikan bukunya dan berjalan ke halte. Ditemani earphone yang terpasang di telinganya ia menaiki bus menuju kerumahnya.

*****

“Mingyu-ya cepattt kita bisa ketinggalan bus” teriak Hoshi yang berlari didepan Mingyu.

“Jeon wonwoo, jika kita ketinggalan bus berarti ini salahmu” omel Woozi.

“Mwoyaa?? Kenapa aku?” tanya Wonwoo.

“YAKKKK!!! TUNGGU TUNGGUUUUU” teriak Mingyu sambil memukul bagian belakang bus. Alhasil bus pun berhenti dan mereka menaikinya.

“Hahhhh lihatkan kita tidak ketinggalan” ujar Wonwoo santai sambil menghempaskan tubuhnya di kursi bus. Pletak! Hoshi melayangkan jitakkan di kepala Wonwoo.

“Yak!, teriak Wonwoo.

“Wonwoo-ya jangan keras-keras. Dibelakang ada anjing” bisik Woozi. Reflek Hoshi, Wonwoo, dan Mingyu pun menoleh ke belakang.

“Hey gangajin(anjing) mau pulang ya? Majikanmu sudah menunggu dirumah?” celetuk Hoshi. Mingyu memandang Gangjin yang duduk dipojok bus dengan earphone di telinganya, tak sadar membuatnya memunculkan senyum samar pada bibirnya.

Selang stengah jam berlalu, mereka pun sampai tujuan mereka.

“Heh kim mingyu kenapa kau tidak bangun? Kita sudah sampai” ujar Hoshi.

“Hmm kalian duluan. Aku ada urusan mendadak” jawab Mingyu.

“Ah begitukah? Yasudah aku duluan”, sahut Hoshi.

“Jangan lupa nanti malam kerumahku ya. Kita masih ada tanding bola arra” ujar wonwoo.

“Iya iya aku ingat” jawab Mingyu.

“Oke kita duluan” ujar Woozi yang diikuti Wonwoo dan Hoshi turun dari bus.

Selepas mereka turun dari bus, Mingyu bangkit dari kursinya dan duduk di kursi belakang. Memperhatikan siluet seorang yeoja yang tertidur bersandar kaca bus dengan earphone di telinganya. Sebuah senyum tipis kembali menghiasi wajah Mingyu.

“Gangjin. Yoo Gangjin. Kau benar-benar seperti anjing” gumamnya kemudian. Manik mata Mingyu masih tidak ingin mengalihkan pandangan pada yeoja bernama Gangjin itu.

*****

Tiba-tiba bus berhenti mendadak dan sontak membuat Gangjin terbangun. Gangjin mengedarkan pandangannya keluar bus kemudian berdiri dari kursi beranjak turun dari bus. Ia berjalan di jalanan kecil menuju rumahnya sambil mendendangkan lagu yang ia dengar melalui earphonenya. Tak lama ia menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang.

“Siapa ya?” ujarnya. Namun tak ada seorang pun dibelakangnya. Gangjin mengangkat bahunya kemudian melanjutkan perjalanannya.

*****

Waktu istirahat. Seperti biasa, Gangjin selalu pergi ke atap dan memakan makan siangnya disana. Ia tidak suka keramaian yang berujung ia di bully lagi karena namanya itu. Siang ini, sesuatu yang tidak biasanya terjadi. Sesampainya ia di atap, ia menemukan sebuah kotak bekal dengan note diatasnya.

Oy puppy, makan yang banyak. Jangan kurus seperti itu. Tidak enak dilihat

“Mwoya? Apa urusanku” ujar Gangjin. “Tapi, tidakkah membuang makanan itu tidak baik ya” lanjutnya yang kemudian membuka kotak bekal itu dan memakannya. Setelah melahap makanan di kotak bekal itu ia meneguk air mineral yang tadi ia bawa.

Setiap hari, seperti ini. Memandang seluruh penjuru sekolah dari atap, itu yang selalu dilakukan Gangjin.

“Heol~ mereka berciuman di taman sekolah apa-apaan” ujar Gangjin terkejut saat melihat sepasang murid berciuman dari atap.

“Wahhh benar-benar” lanjutnya kemudian matanya beralih ke lapangan basket yang sedang digunakan tim basket untuk berlatih.

“Menyenangkan bukan jika bisa ikut bermain basket” ujarnya dengan senyum miris.

“Punya banyak teman. Mengobrol. Pergi ke mall bersama-sama. Pasti menyenangkan. Apasih yang salah dengan namaku. Appa dan eomma jelas-jelas memberikan nama yang lucu. Wajahku inikan cukup mirip dengan anak anjing. Memangnya mereka tidak suka anjing apa? Mereka…”

“Heh kamu ini berisik sekalisih” omel seseorang yang tiba-tiba berdiri dibelakang Gangjin. Reflek Gangjin berbalik dan memandang orang itu.

“Apa yang kau lakukan disini? Mau ngejekku juga? Belum puas juga kalian mengejekku dikelas?”

“Heish, berisik sekali. Mulutmu itu berhentilah menggonggong”

“Nah benarkan. Kau kesini untuk mengejekku juga. Per..” Orang itu menyampirkan blazernya ke kepala Gangjin.

“Diamlah. Aku hanya ingin tidur. Dan mulut kecilmu itu berisik sekali membuatku bangun tau?” omel orang itu. Gangjin menarik blazer yang menutupi wajahnya kemudian menghela nafasnya.

“Kim Mingyu cari saja tempat lain sana. Aku mau sendiri” ujar Gangjin kemudian melempar blazer itu kearah Mingyu.

“Tidak mau” ujar Mingyu sambil menyenderkan tubuhnya pada pembatas atap.

“Hahhh yasudah aku pergi saja. Silahkan tidur tuan” ujar Gangjin malas dan berjalan menjauhi Mingyu. Namun sebuah tangan menahan langkahnya.

“Disini saja. Anggap saja aku tidak disini” ujar Mingyu sambil memandang ke arah lain. Gangjin menatap Mingyu serius. Ia menarik tangan dari genggaman tangan Mingyu di pergelangan tangannya.

“Sudah hampir bel masuk” ujarnya kemudian dan berlalu dari hadapan Mingyu.

“Tsk dasar anak anjing liar, gumam Mingyu.

*****

Hari ini hari libur seperti biasa. Kegiatan Gangjin setiap hari libur yaitu bersepeda dipinggir sungai han. Pagi cuaca begitu cerah dan Gangjin sangat menikmatinya.

“Hey Gangajin” sapa seseorang yang berlari disebelahnya. Gangjin menoleh dan membelalakan matanya melihat siapa yang berada disampingnya.

“Kim Mingyu. Kau lagi” gerutu Gangjin kemudian mempercepat ayuhan sepedanya. Mingyu terkekeh dan mempercepat larinya. Dengan cepat ia menahan sepeda Gangjin.

“Mwoya?? Berhenti mengangguku. Belum puas disekolah? Sekarang kau mau mengganggu hari liburku juga?” omel Gangjin.

“Mau berjalan-jalan denganku?” ajak Mingyu.

“He? Kau denganku? Shireo. Awas jangan menghalangi sepedaku” tolak Gangjin sambil bersiap mengayuh sepedanya lagi.

“Hmm begitu. Okey. Kalau begitu. Sampai jumpa dirumah” ujar Mingyu kemudian melanjutkan larinya meninggalkan Gangjin yang masih bingung apa maksud ucapan Mingyu barusan.

“Yakk!! Maksudmu apa?” teriak Gangjin. Mingyu tanpa berbalik kebelakang ia melambaikan tangannya dan terus berlari.

TBC

Iklan

Satu pemikiran pada “[Chapter 1] Hey Puppy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s