[Chapter 6] Hey Puppy

Hey Puppy

Storyline & Poster by Harimingyu

Main Cast Seventeen Mingyu | Vernon | Yoo Gangjin (OC)

Other Cast Seventeen Wonwoo | Hoshi | Woozi | Yoo Gangmi(OC)

Lenght Chaptered

Genre School Life | Romance | Friendship | Family

Rating PG-15

“Aku senang melihatmu tersenyum..”

.

MOHON MAAF JIKA TYPO BERTEBARAN HEHEHE

ENJOY~

“Yoo Gangmi aku memang tidak menyukainya. Tapi untuk Yoo Gangjin, aku tidak akan tinggal diam.”

“Apa maksudmu?”, tanya Mingyu tanpa membalikkan tubuhnya.

“Aku menyukai Yoo Gangjin”, jawab Hansol. Mingyu menarik bibirnya kemudian berbalik.

“Benarkah? Baguslah. Kau semakin membuatku ingin mendekatinya”, ujar Mingyu kemudian meninggalkan pelataran rumah Gangjin.

*****

Satu minggu setelah kejadian hari itu. Gangjin masih belum inin bicara dengan appanya. Ia masih shock. Tidak banyak bicara dan hanya menyendiri dimanapun ia berada. Disekolah maupim dirumah. Ribuan cara yang dilakukan Mingyu, Hansol, Woozi, Hoshi, dan Wonwoo masih saja tidak membuat senyum Gangjin kembali.

Gangjin menyandarkan tubuhnya pada pembatas atap gedung sekolah. Memakai earphone dan memejamkan matanya. Membiarkan angin menerpa rambut coklatnya. Tiba-tiba seseorang menarik sebuah earphonenya, membuat ia membuka matanya. Gangjin menoleh dan melihat orang itu memasang sebelah earphone ke telinganya.

“Pemandangan disini bagus juga saat sore”, ujar Mingyu.

“Hem”, dehem Gangjin tanda setuju dengan pendapat Mingyu.

“Kau tidak pulang?”, tanya Mingyu kemudian. Gangjin hanya diam. Mingyu melepas earphone ditelingan dan telinga Gangjin. Kemudian menarik tangan Gangjin.

“Mau kemana?”, tanya Gangjin.

“Ketempat yang menakjubkan”, jawab Mingyu sambil menarik Gangjin menuju kesuatu tempat.

*****

“Aquarium?”, tanya Gangjin sesampai mereka di depan COEX Aquarium. Mingyu tersenyum dan menarik Gangjin masuk.

“Ayooo”, ujarnya. Gangjin begitu terkesima saat mereka sampai didalam.

“Waahhh cantik sekali”, ujar Gangjin saat melihat ribuan ikan berenang diatasnya.

“Kau menyukainya?”, tanya Mingyu. Gangjin mengangguk dan menampilkan kembali senyumnya.

“Aku senang melihatmu tersenyum lagi”, ujar Mingyu pelan sambil terus memandang Gangjin.

“Ha? Apa? Kau bilang apa Mingyu-ah?”, tanya Gangjin yang tidak terlalu jelas mendengar ucapan Mingyu.

“Ne? Ah aniya. Bukan apa-apa”, ujar Mingyu canggung.

“Gangmi. Yoo Gangmi eonnie…”, ujar Gangjin menggantung.

“Ne?”

“Gangmi eonnie, apa dia juga menyukai aquarium?”, lanjut Gangjin.

“Gangmi? Hmm iya dia menyukainya”, jawab Mingyu canggung. Gangjin tersenyum.

“Berarti kita benar-benar menyukai hal yang sama”, ujar Gangjin.

“Oh ada pertunjukkan disana. Ayo kita lihat”, ujar Mingyu merubah perbincangan mereka dan menuju ke aquarium pertunjukkan. Mingyu dan Gangjin menikmati pertunjukkan itu.

“Kau senang?”, tanya Mingyu. Gangjin mengangguk. “Kau mau pulang?”, lanjut Mingyu.

“Hem. Ayo”, jawab Gangjin.

“Kkajaaa(Ayo)”, ujar Mingyu kemudian berjalan meninggalkan COEX. Mereka menaiki bus dan duduk dikursi belakang. Gangjin memasang earphonenya dan memutar ipodnya. Matanya hanya memadang keluar jendela tanpa menoleh kearah Mingyu yang sedari tadi tidak dapat melepas pandangannya dari Gangjin. Gangjin mulai mengantuk dan memejamkan matanya.

“Gangjin-ah”, panggil Mingyu kemudian menoleh kearah Gangjin yang tiba-tiba menyandarkan kepalanya di pundak Mingyu. Membuat Mingyu semakin canggung dengan situasinya saat ini. Ia dapat melihat wajah Gangjin lebih dekat dari biasanya. Menghirup aroma shampoo bunga dari rambut Gangjin. Mingyu menoleh, mendekatkan wajahnya pada wajah Gangjin. Pada saat yang bersamaan Gangjin merubah posisinya yang membuat Mingyu kembali menarik wajahnya. Ia terkekeh.

*****

“Gomawo Mingyu-ah”, ujar Gangjin saat mereka sampai dirumah Gangjin.

“Hmm, ne”, jawab Mingyu.

“Yasudah aku masuk ya. Kau hati-hati”, lanjut Gangjin kemudian berbalik menuju pintu.

“Hmm Gangjin-ah”, panggil Mingyu.

“Ne?”, tanya Gangjin sambil menoleh kearah Mingyu.

“Besok.. Mau pergi lagi bersamaku?”, lanjut Mingyu.

“Besok? Hmm baiklah”, jawab Gangjin. Mingyu tersenyum lebar.

“Oke, besok malam aku akan menjemputmu”, ujar Mingyu bersemangat.

“Oke”, jawab Gangjin.

“Hmm annyeong. Sampai jumpa besok”, ujar Mingyu kemudian berjalan meninggalkan rumah Gangjin dengan senyum sumringah di wajahnya.

*****

KRIIIIINGG, bel tanda istirahat berbunyi. Hansol menoleh kearah Gangjin yang berdiri meninggalkan bangkunya. Ia berjalan mengikuti Gangjin dan menariknya kekantin. Menghiraukan Mingyu yang berlari sambil memanggil nama Gangjin.

“Mwoya? Aku tidak suka makan disini”, omel Gangjin.

“Wae? Temani aku makan saja kalau begitu”, jawab Hansol kemudian mengambil makanannya diikuti Gangjin yang berdiri dibelakangnya. Mereka mengambil tempat kosong dan Hansol menghabiskan makanannya.

“Sudah selesaikan? Aku pergi”, ujar Gangjin sambil berdiri dari bangkunya. Hansol segera menahan tangan Gangjin.

“Wae?”, tanya Gangjin.

“Tunggu sebentar”, ujar Hansol kemudian meletakkan nampannya dan kembali mendekati Gangjin.

“Ada yang ingin aku tanyakan”, ujar Hansol kemudian menarik Gangjin ke atap.

“Ada apasih”, gerutu Gangjin.

“Katakan padaku, kemarin kau pergi dengan Mingyu?”, tanya Hansol.

“Heem. Dia mengajakku ke COEX Aquarium”, jawab Gangjin sambil mengikat rambutnya.

“Kau menyukainya?”, tanya Hansol kemudian yang membuat Gangjin terdiam.

“Aku?”, balas Gangjin. “Hmm, entahlah. I can’t understand my feeling”, lanjut Gangjin.

“Jangan terlalu dekat dengannya”, ujar Hansol.

“Wae? Ada masalah apa?”, tanya Gangjin.

“Hanya jangan terlalu dekat saja. Intinya aku sudah mengingatkanmu”

“Memangnya kenapa?”

“Lakukan saja”

“Ada apa sebenarnya? Jangan memerintahku. Kau tau aku tidak suka diperintah”

“Ada satu hal yang membuatmu untuk tidak mendekatinya”

“Hentikan, Vernon”

“Kau bisa pergi denganku jika kau ingin aku temani”

“Aku punya hak untuk pergi dengan siapa saja, Hansol-ah”, ujar Gangjin kemudian meninggalkan Hansol yang masih berada di atap.

“Ah shit! aku salah ucapan”, ujar Hansol sambil menepuk dahinya.

*****

Pelajaran telah usai. Murid-murid pun berhamburan keluar dari sekolah.Begitu pula dengan Gangjin, iameletakkan bukunya kemudian menutup loker.

“Aaakk kau mengagetkanku”, teriak Gangjin saat Hoshi bersandar disamping lokernya yang membuatnya terkejut.

“Hehe Gangajin!”, sapa Hoshi.

“Wae?”, tanya Gangjin sambil melepas kunciran rambutnya dan membuat rambutnya terurai.

“Makan ice cream yuk hehe”, ajak Hoshi.

“Aku ada janji dengan Mingyu”, jawab Gangjin.

“Jadiii kalian…”, ujar Hoshi sumringah sambil menguncupkan jarinya dan menempelkan kedua tangannya.

“Mwoya? Aniya. Kata siapa?”, sanggah Gangjin.

“Eheeeyy sudahlah jangan ditutup-tutupi”

“Tidak ada yang aku tutup-tutupi, Hoshi-ya”

“Gangjin-ah”, panggil Mingyu yang kini berada dibelakang Gangjin. Gangjin menoleh dan tersenyum.

“Kau ngapain disini?”, tanya Mingyu pada Hoshi.

“Aniya hehe”, jawab Hoshi sambil menggelengkan kepalanya.

“Kau tidak pulang? Woozi mencarimu”, usir Mingyu.

“Waaah kau ini jahat sekalisih. Jadi kau mengusirku?”, ledek Hoshi. Kemudian melirik Gangjin. “Aaahhh iya aku lupa kalian ada kencan ya hehe”, lanjut Hoshi.

“Yak! Hoshi”, omel Gangjin.

“Hahaha”, Hoshi tertawa. Kemudian ia berbisik pada Mingyu, “Good luck brother”. Kemudian ia berlari meninggalkan Mingyu sebelum Mingyu menghabisinya.

“Hmm, Gangjin-ah ayo”, ajak Mingyu. Gangjin mengangguk.

*****

Mingyu dan Gangjin kini berada di sebuah kedai ice cream yang lokasinya tidak jauh dari sekolah.

“Gangjin-ah, kau mau pesan apa?”, tanya Mingyu pada Gangjin yang kini berdiri sebelahnya.

“Hmm, vanilla with oreo lalu tambahkan bubble gum juga”, jawab Gangjin yang membuat Mingyu kembali teringat saat dimana ia dan Gangmi datang ke kedai ini.

“Gangjin juga menyukai ice cream yang sama seperti Gangmi”, batin Mingyu sambil menatap Gangjin.

“Mingyu-ah, ada apa?”, tanya Gangjin membuyarkan lamunan Mingyu.

“Ah aniya”, jawab Mingyu sambil menampilkan deretan giginya. “Chocolate with wafer 1 dan Vanilla with oreo ditambah bubble gum ya”, lanjut Mingyu pada penjual ice cream.

“1 chesse cake ya”, ujar seseorang yang tiba-tiba berdiri disamping Gangjin yang membuat Gangjin dan Mingyu menoleh kearah orang itu.

“Hansol?”, ujar Mingyu.

“Vernon?”,ujar Gangjin bersamaan dengan Mingyu.

“What? Apa aku tidak boleh makan ice cream juga dengan kalian?”, tanya Hansol.

“Jadi pesanannya Chocolate with wafer, Vanilla oreo ditambah dengan bubble gum, dan Chessecake masing-masing satu ya”, ujar pelayan kedai itu. Setelah beberapa menit pesanan mereka pun jadi dan Mingyu segera membawanya.

“Wahhh kalian curang sekalisih”, ujar Hansol sambil memakan ice creamnya saat mereka bertiga berjalan menyusuri jalanan malam Seoul.

“Waeyo?”, tanya Gangjin.

“Kalian pergi makan ice cream tidak mengajakku. Padahal kaliankan tau kalau aku suka ice cream”, jawab Hansol. Sementara Mingyu hanya diam sambil memakan ice creamnya.

“Ah mian. Mingyu yang mengajakku. Kaukan tadi tau kalau aku ada janji dengannya”, ujar Gangjin.

“Ah iyaiya terserah kau sajalah. Dan sepertinya ada yang tidak suka dengan keberadaanku disini haahaha”, ujar Hansol sambil melirik tajam kearah Mingyu. Mingyu hanya mendengus kesal mendengar perkataan Hansol.

*****

Setelah beberapa lama, mereka bertiga sampai di sebuah minimarket.

“Kalian disini saja. Biar aku yang beli. Kau mau apa?”, tanya Gangjin pada kedua namja yang ada didepannya itu.

“Minum saja”, jawab Mingyu.

“Kau?”, tanya Gangjin lagi pada Hansol.

“Samakam saja biar kau tidak susah membawanya”, jawab Hansol.

“Okey”, ujar Gangjin kemudian masuk ke dalam minimarket dan meninggalkan Hansol dan Mingyu yang kini duduk didepan minimarket.

“Hentikan disini saja. Jangan lanjutkan lagi Kim Mingyu”, ujar Hansol.

“Maksudmu apa?”, fanya Mingyu.

“Jangan membuat Gangjin berfikir kau benar-benar menyukainya”

“Aku memang menyukainya”

“Anni. Yang kau sukai bukan Gangjin, tapi Gangmi”

“Heh Choi Hansol. Aku tau kau menyukainya, tapi tidak seperti ini caranya untuk menyingkirkanku”

“Hahaha kau ini lucu sekali Mingyu-ah”

“Kau bilang kau tidak akan tinggal diamkan?”

PLETAK! Kantung plastik berisi botol minuman yang Gangjin bawa terjatuh. Membuat Hansol dan Mingyu menoleh terkejut. Gangjin terdiam menahan air matanya kemudian berlari meinggalkan minimarket.

“Gangjin-ah”, panggil Mingyu sambil mengejar Gangjin.

“Yoo Gangjin”, panggil Hansol. Mingyu mengejar Gangjin kemudian menahan tangannya. Gangjin menoleh kearah Mingyu dengan air mata yang mulai mengering di pipinya.

“Lepaskan!”, bentak Gangjin.

“Dengarkan aku dulu, Gangjin-ah”, ujar Mingyu tanpa melepaskan tangannya.

“Aku bukan Yoo Gangmi. Aku ini Yoo Gangjin, Kim Mingyu”, ujar Gangjin sambil menarik tangannya dan berlari meninggalkan Mingyu.

“Aaaakkhh shit!”, erang Mingyu sambil mengacak rambutnya.

TBC

Iklan

Satu pemikiran pada “[Chapter 6] Hey Puppy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s