[Oneshoot] Don’t Leave

dont leave

[Harimingyu FF Contest Finalist] : HFFC-1

Storyline by nuna_nu96

Seventeen Mingyu, Wonwoo, Shin Eunbin(OC) | Friendship, Sad, Love | General

“..sudah saatnya aku menemukan kebahagiaan”

.

Dia terus melajukan mobilnya dengan kencang, emosinya sudah tak tertahan lagi, air matanya mengalir deras tanpa henti, hingga mengeluarkan isak tangis yang keras. Kim Mingyu mulai kehilangan akal sehatnya.

‘’Tidak…..ini tidak mungkin hiksssss… hah!!!’’ Mingyu mulai histeris hingga memukul setir mobil yang ia kendarai.

‘’Kau jangan bercanda Jeon Wonwoo!!! Pabo ya!!!’’ Mingyu melirik seseorang yang berada di sampingnya, namun tak ada jawaban apapun. Seseorang yang berada di sampingnya adalah Jeon Wonwoo sahabat Mingyu dari kecil. Mereka selalu bersama-sama. Dimana ada Mingyu disitu ada Wonwoo.

Flashback

‘’Wonu Hyung, kau akan melanjutkan kuliah dimana?’’ tanya Mingyu dengan serius, sebenarnya hari adalah hari terakhir mengumpulkan data siswa kelas 12 untuk melanjutkan universitas mana yang akan dipilih, namun Mingyu belum menulisnya sama sekali, dia bingung, dan sebenarnya Mingyu ingin satu universitas dengan Wonwoo. (Anggap saja disini Wonwoo dan Mingyu lahir ditahun yang sama, tapi Mingyu masih lebih muda dari Wonwoo *apalah* )

‘’Aku akan melanjutkan ke Universitas Hyangjoon art, memangnya kenapa? Jangan bilang kau belum menuliskan akan melanjutkan kemana? Dan kau berfikir akan mengikutiku?.‘’ Wonwoo menebak, karena memang dia tahu bagaimana sifat Mingyu yang selalu ingin bersamanya, lebih tepatnya selalu mengikutinya.

‘’Hahaha dari mana kau tahu? Tebakanmu benar, Hemmm ya sudah akupun akan pergi ke universitas yang sama hehehe..’’ Mingyu cengengesan senang, namun tidak dengan Wonwoo.

‘’Ya Kim Mingyu, bagaimana kau akan dewasa jika kau terus mengikutiku? Kau memiliki jalan mu sendiri, bagaimana jika aku tidak melanjutkan kuliah? Apa kau juga tidak akan melanjutkan kuliah? Bagaimana jika aku pergi mati? Apa kau juga ikut pergi mati bersamaku hah? Sampai kapan kau seperti ini?.‘’

Wonwoo berbicara dengan nada tinggi, sontak membuat Mingyu terkejut dan tak menyangka sahabat dari kecilnya bicara sampai seperti itu.

‘’Wonu hyung..kau…kenapa bicaramu seperti itu? Apa kau tidak suka aku terus bersama-sama dengan mu?.’’

‘’Tidak, bukan begitu…kau sudah dewasa sekarang, kau punya impianmu, dan aku punya impianku, kau harus mandiri, tidak terus bergantung pada seseorang, kau tahu bukan? Dan kau harusnya sekarang mencari yeojachingu agar bisa menemanimu kemanapun, dan kapan kau berani mendekati seorang yeoja?.’’

Wonwoo mencoba menjelaskan dan memberi alasan, walaupun bukan itu satu satunya alasan mengapa Mingyu tidak boleh mengikutinya lagi. Ada alasan yang lebih penting yang tidak mungkin Wonwoo katakan pada Mingyu.

Mingyu hanya terdiam menunduk, hatinya gelisah, bagaimanapun dia ingin selalu dekat dengan sahabatnya itu, dia sudah menganggap Wonwoo sebagai seorang kakak dan ayah, Wonwoo yang selalu menasehati dan menolong Mingyu setiap dia butuh apa-apa, jelas saja karena keluarganya sibuk dengan urusan bisnis perusahaan. Dan tentang yeoja? Dia memang tidak pernah mendekati yeoja, dia memang pemalu, padahal banyak yeoja yang menyukai ketampanannya, namun Mingyu selalu tidak tertarik dan selalu bilang belum waktunya untuk berkencan.

‘’Tapi kau tak usah mengatakan hal tentang kematian bisa kan? Itu membuatku takut. Aku tidak punya teman sebaik dan sedekatmu hyung, jika kau mati aku dengan siapa? Jelas saja aku memilih ikut mati. Hahaha….’’

Mingyu tertawa tanpa memperdulikan raut muka Wonwoo yang sedih menatap Mingyu.

‘’Mingyu pabo…!!! jangan ikut mati. Kau harus tetap hidup bahagia.’’

Glek! Mingyu berhenti tertawa dan menelan ludah, ia langsung melihat ke Wonwoo yang sepertinya memasang muka yang serius.

‘’Ya! Kau seolah-olah akan mati saja. Tidak lucu tahu! ‘’ Mingyu memukul pelan bahu Wonwoo dan disambut oleh tawa Wonwoo hingaa akhirnya mereka tertawa bersama.

Flashback and

 

‘’Sudah ku bilang, jangan bercanda Jeon Wonwoo!!! Bangunlah…bangun!!!’’ Mingyu terus menangis sembari menyetir mobinya dan terus berteriak-teriak agar Wonwoo yang berada disampingnya bangun. Namun tetap saja hasilnya nihil. Wonwoo tetep memejamkan matanya. Wonwoo sudah meninggal, Mingyu masih tak percaya akan kepergian Wonwoo hingga Mingyu membawa jasad Wonwoo pergi dari rumah sakit dan membawanya pergi dengan mobil. Mingyu benar-benar kehilangan akal sehatnya.

Dibelakang mobil ambulance mengajar mobil yang dikendarai Mingyu, mereka berusaha agar Mingyu mau berhenti dan menyerahkan Wonwoo.

‘’Sudah ku bilang, jika kau mati aku juga ikut mati! Aku hitung sampai tiga, jika kau tak mau bangung juga kita akan mati bersama, aku akan membelokkan mobil ini ketepi jurang..’’ Mingyu mencoba bunuh diri.

‘’Satu………’’ Mingyu mulai menghitung dan melirik Wonwoo yang masih memejamkan matanya

‘’dua……..’’

‘’ti……..’’ Minggyu memejamkan matanya hendak membanting setir ke samping agar terjatuh kejurang, namun Mingyu tiba-tiba mengingat kejadia itu, dan perkataan Wonwoo padanya.

‘’Mingyu pabo…!!! jangan ikut mati. Kau harus tetap hidup bahagia.’’

Glek! Mingyu berhenti tertawa dan menelan ludah, ia langsung melihat ke Wonwoo yang sepertinya memasang muka yang serius.

 

Sreeeeeettttt!!!! Mingyu menginjak rem dengan mendadak dan mobilnya pun berhenti, Mingyu mengurungkan niatnya untuk menjatuhkan mobilnya kejurang. Kemudian Mingyu menangis kencang dan menundukkan kepalanya pada setir mobil.

‘’Wonwoo hyung…hiksss hiksss…Wonu hyung……………..kenapa kau pergi, kenapa kau tak memberitahuku kalau kau sakit, hyung…hiksssss hikssss…’’

Mingyu terus menangis hingga mobil ambulance datang dan membawa Wonwoo, Mingyu pun pingsan.

 

3 Bulan Kemudian

Mingyu duduk di tepi sungai sembari membaca buku dan mendengarkan musik. Tiba-tiba datang seorang yeoja dan duduk di samping mingyu, sontak mingyu pun melihat ke arah yeoja itu dan terkejut.

‘’Annyeong…apa aku boleh duduk disini?’’ tanya yeoja manis itu, dia memakai rok pink dan sweater cream yang longgar, dan rambutnya yang panjang terurai indah. Mingyu terpaku. Deg! Mingyu merasakan sesuatu di dadanya, seperti ada getaran. Tidak, bukan itu, wajah perempuan itu mirip dengan seseorang…Wonwoo. Mingyu terkejut karena muka perempuan itu mirip dengan Wonwoo, sahabat kecilnya, sekaligus kakaknya, apalagi matanya, sama tajamnya. Mingyu berfikir apakah ini Wonwoo versi yeoja? atau Wowoo mempunyai kembaran perempuan? Pikir Mingyu.

‘’Oh tentu, silahkan..’’ jawab mingyu agakk gugup.

 

Mingyu POV

Deg! Kenapa jantungku tiba-tiba seperti ini, saat yeoja datang dan duduk disebelahku aku menjadi salah tingkah dan aku ingin terus memandanginya, wajahnya sangat mirip dengan Wonwoo hyung, seperti Wonwoo hyung versi yeoja. Apalagi matanya itu. Oh tidak~~~ tiba-tiba dia melihat kearahku, sepertinya dia sadar aku memandanginya.

‘’Namamu siapa?’’ Deg! Lagi jantungku berdetak, dia menanyakan namaku? Oh Tuhan kenapa hatiku senang sekali.

‘’Mingyu, Kim Mingyu…namamu siapa?. ’’

‘’Namaku Eunbin, Shin Eunbin, senang berkenalan dengan mu, aku rasa kita seumuran hehehe…’’ Oh Tuhan mati aku…dia menunjukan senyum manisnya sekarang.

‘’Aku..aku juga senang berkenalan dengan mu, hem kurasa begitu hehe’’ Jawabku gugup

‘’Oh ya aku harus pergi, aku hanya beristirahat sebentar. Annyeong….’’

Dia pergi, sial belum sempat aku tahu lebih dalam tentangnya, tapi tunggu…buku miliknya terjatuh, dan saat ku buka di dalamnya terdapat nama dan biodata lengkap tentangnya. Apa ini sebuah kebetulan ataukah Tuhan mengirimkannya untukku, eh tunggu, atau Wonwoo hyung yang meminta agar Tuhan mendatangkan seseorang kepadaku agar aku tak kesepian dan sendirian lagi?

‘’Tidak, bukan begitu…kau sudah dewasa sekarang, kau punya impianmu, dan aku punya impianku, kau harus mandiri, tidak terus bergantung pada seseorang, kau tahu bukan? Dan kau harusnya sekarang mencari yeojachingu agar bisa menemanimu kemanapun, dan kapan kau berani mendekati seorang yeoja?.’’

‘’Mingyu pabo…!!! jangan ikut mati. Kau harus tetap hidup bahagia.’’

Wonwoo hyung….kau sudah damai disana, dan aku masih disini….aku menengadakan kepalaku keatas dan melihat langit yang begitu cerah sembari merasakan angin menyapa tubuhku. Buku ini…aku akan menggunakannya, untuk bertemu dengan yeoja itu, mengejar kehidupanku…kebahagiaan dalam hidupku. Wonwoo hyung benar, aku harus mandiri dan sudah dewasa, sudah saatnya aku menemukan kebahagiaan, dan merasakan apa yang orang rasakan, cinta…dan jika aku bahagia, kau disana pasti akan tersenyum bukan? Wonwoo hyung………..

END

Jangan lupa berikan kritik dan sarannya ya ^^

Karena dari kritik dan sarannya bisa membantu aku untuk menilai ffnya juga hihi

Gamsahamnida..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s