[Ficlet] Hello

PicsArt_03-07-03.01.26

 

HELLO 

| Joshua Hong x Jeonghan Yoon | YAOI | BxB | Sad Romance |

“Aku tidak bisa bersama mu lagi Jisoo, maafkan aku.” 

“Tapi Jeonghan.. kenapa?” 

“aku sudah tidak mencintaimu lagi..” 

PicsArt_03-07-02.57.53

Jisoo POV

hari ini, 7 Maret 2016 genap sudah satu minggu sejak Jeonghan meninggalkan ah lebih tepatnya memutuskan ku. setelah tiga tahun hubungan yang kami jalani, Jeonghan begitu saja mengucapkan kata pisah dengan alasan yang belum bisa aku terima. bagaimana bisa ia tidak mencintaiku lagi di saat aku masih sangat-sangat mencintainya.

walaupun kami berpisah seperti apa yang di katakannya. aku tetap menganggap hubungan kami masih berjalan seperti biasa. aku tetap mengiriminya pesan seperti menanyakan apakah dia sudah makan? apa yang ia lakukan? itu semua ku lakukan karena aku khawatir dengannya walaupun pesan pesan itu tidak pernah di balas lagi olehnya. ini alasan mengapa handphoneku selalu berada di tangan, aku berharap suatu ketika Jeonghan akan membalas semua pesan pesanku.

aku masih penasaran mengapa Jeonghan bisa tidak mencintaiku lagi? aku pun mencari tahu dengan membaca SNS-SNSnya dan aku pun menemukan sesuatu yang mengejutkan. percakapan mesranya dengan seseorang yang aku kenal bahkan orang itu adalah sahabatku sendiri. awalnya aku tak percaya tetapi setelah mencari lebih dalam..

aku pun percaya. semua bisa terjadi bukan? tepat satu minggu setelah kami berpisah aku menemukan suatu kenyataan bahwa Jeonghan sudah menjalin hubungan dengan sahabatku sendiri, Seungcheol.

Jisoo Pov end

.               .                     .

PicsArt_03-07-02.57.12

Jam makan siang sudah berakhir lima belas menit yang lalu tetapi Jeonghan masih terjebak di bawah halte kosong yang tidak beroperasi lagi untuk berteduh. Kota Seoul sudah di guyur hujan sejak dua jam yang lalu tanpa henti, bukannya mereda, hujan malah semakin deras. Jeonghan tidak tau lagi harus bagaimana.

Ia ingin saja menelpon Seungcheol , agar kekasihnya datang menjemput tetapi ia tahu sendiri kalau kekasihnya itu tidak bisa di ganggu saat bekerja. Apalagi jam segini Seungcheol sudah balik ke kantornya. Jeonghan pun memiliki dua pilihan, menunggu hujan yang tidak pasti redanya kapan atau berlari menembus hujan hingga menemukan taksi yang dapat membawanya kembali ke kantor.

Jeonghan melirik lagi jam tangan yang melingkar di tangannya. “kurasa aku harus berlari.” Gumamnya sendiri lalu mendecak pelan. Jeonghan pun menyiapkan dirinya, ia menggulung lengan bajunya lalu mengikat rambut panjangnya. Jeonghan menarik nafas, sudah siap untuk berlari menembus hujan dengan memeluk tas kerjanya. Tetapi di saat yang bersamaan, sebuah payung berwarna kuning melindungi kepalanya.

Jeonghan pun menoleh untuk melihat siapa yang berbaik hati membagi payung untuknya. Di bawah payung kuning, Jisoo berdiri dan tersenyum lembut ke arah Jeonghan yang menatapnya bingung. “Jisoo,” gumamnya. Jisoo menarik Jeonghan untuk mendekat sehingga mereka bisa berbagi payung bersama.

“ayo aku antar sampai halte seberang,”

“Jisoo, tidak perlu, aku bisa sendiri,”

“kebetulan kita ada di jalur yang sama, ayo, aku tidak ingin dengar penolakan.” Ucap Jisoo yang mulai berjalan beriringan dengan Jeonghan di bawah payung kuning. Sepanjang perjalanan sampai menuju tempat tujuan mereka yang ada hanyalah keheningan. Tidak ada yang berani membuka pembicaraan.

“kenapa kau tidak pernah membalas pesanku?” ucap Jisoo memecah keheningan. Jeonghan terkejut, namun ia hanya bisa menunduk dan diam tidak berani menjawab pertanyaan itu. “aku sudah tau semuanya.” Lanjut Jisoo membuat Jeonghan semakin tertunduk.

“aku tidak tau sejauh mana kalian sudah mengkhianatiku, yang pasti aku tidak akan marah jika saja kalian mau jujur denganku.”

“Maafkanku.” Ucap Jeonghan. Jisoo hanya menggeleng. “tidak perlu, ini semua salahku, jika saja aku lebih memperhatikan dan meluangkan waktu untukmu… ah sudahlah semua sudah berakhir.” Ucap Jisoo sambil memaksakan senyuman pahitnya.

“terima kasih.” Ucap Jeonghan ketika mereka sampai di tempat tujuan mereka, Halte Bus. Jisoo hanya menatap lurus Jeonghan yang menatap bahu sebelah kirinya basah terkena hujan karena payung tadi ia miringkan sepenuhnya untuk Jeonghan. “setidaknya balas pesanku.” Ucap Jisoo lagi.

Jeonghan menyungingkan senyumannya, lalu masuk ke dalam Bus yang sudah menunggunya sejak tadi. Jeonghan hanya bisa memandangi Jisoo yang berdiri di sana di bawah payung kuningnya sampai Jisoo hilang dari pandangannya.

 

“Maafkan aku.” Gumamnya lagi.

 

END. 

a/n: Bener bener lagi gajelas dan ga ada ide jadi maaf kalau FFnya gajelas T^T

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s