[Ficlet] Wish The Time Stops Forever

 HJisoo.jpg

Storyline by: Andelluhan

Hong Jisoo/Joshua(Seventeen) & Bethany Lee(OC) | Fluff | G | Ficlet

“Omong kosong! Kau benar-benar terlihat seperti tuan puteri.”

Bethany membuka pintu kamarnya dengan ragu. Ia keluar dengan memakai mini dress berwarna cerah tanpa lengan yang merupakan pemberian Jisoo saat ia pulang dari Negeri Paman Sam kemarin. Rambutnya dibiarkan tergerai bebas. Sebuah tas berwarna hitam menggantung di bahu kanannya.

Jisoo yang sedari tadi duduk di sofa sambil memainkan telepon genggamnya tersenyum lalu berdiri dan berjalan menaiki tangga untuk menghampiri gadisnya itu. Ia berhenti tepat satu tangga di bawah Bethany. Persis seperti seorang pangeran yang akan melamar tuan puterinya.

Daebak” kata Jisoo sambil memegang kedua bahu Bethany.

Ia memperhatikan Bethany dengan detail sembari mengagumi setiap inch-nya. Matanya yang bulat dan bening membuat Jisoo merasakan sejuk setiap kali menatapnya. Goresan eyeliner hitam menyembul runcing di ekor matanya dengan malu-malu, mengingatkannya akan dandanan para ratu mesir yang kecantikannya sangat termahsyur. Bibirnya yang penuh dipoles pengilap bibir hingga berwarna merah jambu yang sedikit lengket.

Oppa, apa aku kelihatan konyol?” tanya Bethany pelan sambil memegang ujung dress­-nya dengan lembut dan memandangi Jisoo dengan rambut warna hitamnya. Bethany selalu membayangkan jika suatu waktu datang dengan warna rambut yang berbeda dari biasanya.

“Omong kosong! Kau benar-benar terlihat seperti tuan puteri. Kajja!” ucap Jisoo sambil menarik tangan kanan Bethany.

====

Jisoo membuka pintu mobil dan menyambut Bethany dengan tangan kanannya. Gadis itu langsung meraih tangan Jisoo dan beranjak keluar dari dalam mobil warna biru gelap itu. Setelah Bethany keluar, Jisoo menutup pintu mobil dan menguncinya dengan otomatis.

“Oh, taman bermain?” tanya Bethany sambil melepaskan tautan tangannya dengan Jisoo. Jisoo lalu memasukan kedua telapak tangannya ke dalam kantung sakunya dan menatap Bethany lembut.

Yeeeyy!” sambung Bethany sambil mengangkat kedua tangannya ke udara lalu berlari kegirangan meninggalkan Jisoo di belakangnya yang masih saja menatapnya.

Seorang penjaga gerbang yang sedang bersantai dengan segelas kopi dan roti langsung tersentak melihat Bethany yang langsung masuk ke dalam area taman hiburan. Ia membersihkan tangannya dari remahan roti dan langsung berlari untuk menghalangi Bethany. Namun, Bethany sudah sampai di kedai penjualan permen kapas ketika penjaga gerbang taman itu memanggilnya dengan keras.

“Ya! Agassi!” ujar lelaki itu. Rambutnya berwarna keperakan dan diikat ke belakang menyerupai ekor kuda.

Jisoo menepuk pundak lelaki setengah baya itu sambil tersenyum tipis. “Gadis itu kekasiku. Tolong tiket untuk dua orang,” katanya sambil terkekeh kecil.

Petugas gerbang itu lalu tersenyum sambil berjalan untuk memberikan Jisoo 2 buah tiket. Jisoo mengikutinya dengan tenang.

“Hah, untung saja. Atasanku akan memotong gajiku jika ada kejadian seperti yang dilakukan agassi tadi,” kata petugas itu sambil menyerahkan dua lembar kertas berwarna kekuningan pada Jisoo. Petugas itu tersenyum dengan menawan.

Gamsahamnida,” kata Jisoo sambil menyerahkan sejumlah uang kepada lelaki itu.

Jisoo lalu berbalik dan berjalan pelan menghampiri gadis itu yang sedang menggenggam sebuah permen kapas di depan sebuah wahana. Ia benar-benar terlihat seperti seorang gadis kecil yang sangat bahagia.

Mata Bethany berbinar memandangi semua wahana permainan yang ada di taman hiburan. Jisoo mendekatinya lalu mengacak poninya pelan.

Ja, kamu mau naik yang mana dulu?” tanya Jisoo sambil merangkul Bethany. Bethany mengigit permen kapasnya. Jisoo lalu mencomot permen kapas yang dipegang Bethany.

Ya, oppa!” kata Bethany dengan kesal sambil memukul dada Jisoo yang bidang. Jisoo lalu tertawa lantang seperti anak kecil dengan polosnya. Matanya menyipit. Jisoo benar-benar tampan dengan rambut warna hitamnya yang hidup dengan kulit putihnya. Suara tawanya seperti lagu yang mengalun indah di telinga Bethany.

Jisoo menghentikan tawanya dan kembali menatap Bethany yang sedari tadi mengagumi ketampanannya di bawah sinar matahari. Mata Jisoo menjadi tajam menatap wajah Bethany selama sepersekian detik.

Ya, ada sisa permen kapas di bibirmu, Beth” kata Jisoo pelan sambil menyeka sisa permen kapas di sudut bibir Bethany yang berwarna cerah.

“Eh? Ah, Gumawo,” kata Bethany sedikit kaku.

Jisoo kembali memasukan tangannya ke dalam kantung celananya. Dan sedikit membungkukan badannya.

“Kau seperti anak kecil, Bethie,” kata Jisoo sambil mengacak rambut cokelat Bethany dengan kedua tangannya. Bethany berjalan mundur untuk menghindari Jisoo.

Ya, oppa!” kata Bethany sambil memukul dada Jisoo.

Jisoo hanya tertawa kecil. Seketika Bethany diam, hanya memandangi wahana yang ada di hadapannya. Jisoo melepas kedua tangannya dari kepala Bethany.

Roaller Coaster?!”

Bethany tersenyum dan menarik lengan Jisoo.

====

Setelah puas mengelilingi taman hiburan, Jisoo mengajak Bethany ke sebuah pesta. Di sana, banyak pasangan-pasangan yang sedang menari dengan raut wajah gembira. Aroma bunga segar menyelimuti suasana malam itu. Bethany tersenyum sambil mendongakkan wajahnya untuk memandangi wajah Jisoo. Ia selalu suka jika memandangi wajahnya yang tajam itu―ia tak pernah merasa bosan dengan kehadiran Jisoo di sisinya.

“Oke, Beth, kita harus menemui pemilik pesta ini,” kata Jisoo sambil mendorong bahu Bethany pelan.

“Siapa?” tanya Bethany sambil melihat ke arah Jisoo yang berada di belakangnya.

“Choi Seungcheol,” kata Jisoo sambil menghentikan langkah mereka dan memeluk Bethany dari belakang karena orang yang tadi disebutnya sudah ada di depan mereka.

“Seungcheol-sunbae?” kata Bethany memandangi wajah Seungcheol yang disinari cahaya remang lampu pesta. Ia tersenyum melihat kedatangan sahabatnya dan juga Bethany.

Ne,” kata Jisoo mendekatkan wajahnya di sisi kanan wajah Bethany dan tersenyum kepada Seungcheol.

Jam sudah menunjukkan pukul 9 pm ketika Seungcheol kembali mengajak mereka untuk bersulang. Sekali lagi, tujuh buah gelas ramping berisi cairan berwarna ungu saling beradu menghasilkan bunyi yang bergema. Bethany meletakkan gelasnya yang tinggal berisi setengah dan melihat jam tangannya.

Wae?” tanya Jisoo yang duduk di sebelah Bethany ketika menyadari raut wajah cemas gadis itu.

“Sudah malam,” jawab Bethany menoleh ke arah Jisoo yang tengah meneguk cairan berwarna ungu itu.

“Kau benar sekali, sudah malam.” Jisoo tertawa kecil.

“Bagaimana jika ibuku memarahiku karena pulang terlalu larut?”

It’s okay, Beth, aku yang nanti akan bicara dengan ibumu. Tenang saja dan nikmati pestanya,” kata Jisoo sambil merangkulnya.

Oppa tak takut dengan ibuku? Dia menjadi sengat mengerikan jika sudah marah.

“Dia tak akan memarahimu selama kau bersamaku,” kata Jisoo meyakinkan Bethany sembari tersenyum, sebelum kembali meneguk cairan ungu yang tinggal seperempat itu. Suara musik disco langsung menarik perhatian Jisoo. Orang-orang berbaur untuk menari bersama. Suara teriakan mereka terdengar jelas meskipun tenggelam oleh suara alunan musik.

Jisoo menarik Bethany membelah kerumunan gadis-gadis berpakaian terbuka dan menunjukkan kaki jenjang mereka. Beberapa di antara mereka memandang Hong Jisoo dengan kagum. Bethany sangat merasa tidak nyaman jika para gadis di sekitarnya mulai memandangi Jisoo dengan pandangan seperti itu.

Jisoo lalu mulai menari di depan Bethany sambil melompat-lompat mengikuti alunan musik. Bethany tertawa terkekeh melihat Jisoo yang asik sendiri. Ia lalu menarik tangan Bethany dan mengajaknya menari bersama sambil tersenyum lebar. Semakin lama musik semakin kencang dan kerumunan semakin banyak.

Di tengah kerumunan orang-orang itu, tiba-tiba Jisoo memeluk Bethany. Ia membelai kepala gadis itu dengan tangan kanannya sementara tangan kiri mereka masih saling berpegangan. Bethany bisa merasakan dada Jisoo yang bidang dengan tangan kanannya.

Jisoo memejamkan matanya.

Detak jantung mereka seirama dengan musik yang bergema dengan tempo yang semakin cepat. Sekali lagi, Bethany berharap agar waktu diberhentikan selamanya.

FIN

Kutahu ini mungkin absurd, tapi happy reading for you, guys! XD

Iklan

2 thoughts on “[Ficlet] Wish The Time Stops Forever

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s