Oppa [Ficlet]

tumblr_nvz5cjGhy11uy26b9o2_1280.jpgANDELLUHAN’s present

OPPA

 

Kim Mingyu SEVENTENN – Bethany Lee (OC)

School life, Fluff    General    Ficlet

 

Disclaimer

I own the plot and the original character. I hate the silent reader(s) and copy this story without any credit and/or my own permission is prohibited.

“I’m here. So baby, please don’t cry anymore.”

Andelluhan©2016 || Vanilla Caramello

HAPPY READING

….

 

Suasana kelas yang terlalu tentram memang kadang mejengkelkan. Setidaknya itulah yang ada di dalam pikiran Bethany kini. Tak ada masalah, hanya saja sekarang siswa kelas 2-4 tengah melaksanakan Ujian Kimia. Kimia? Huh, bersiaplah akan segala hal yang berhubungan dengan tabel periodik unsur dimulai dari unsur H yang memiliki nomor atom 1 dan nomor massa 1,008 hingga unsur Lr dengan nomor atom 103 serta nomor massa yang berjumlah 262.

Bethany menempelkan sisi wajah sebelah kirinya pada meja dan menatap lurus ke depan. Otaknya sudah mulai error akibat soal-soal memuakan itu dan ia harus mendapatkan pemandangan segar jika ia tak ingin matanya menjadi rusak hanya karena ujian kali ini. Bethany mengangkat tangan kirinya hingga telapak tangan menutupi sebagian wajahnya, seakan-akan sebuah sinar silau tengah melandanya kini. Ia lalu merenggangkan jemarinya yang kurus, hingga sosok seorang pemuda yang menjadi objeknya sedari tadi terpampang lurus di sana―membuat Bethany tersenyum.

Kim Mingyu―pemuda itu, menoleh ke belakang. Matanya menemukan Bethany yang tengah dilanda bosan dengan kedua pipinya yang menggembung lucu. Mingyu terkekeh kecil dan melambaikan tangan kanannya pada gadis itu dengan pelan.

Dan, Bethany membalas senyuman Mingyu.

 

***

 

“Hei, kau sudah bangun?”

Butuh beberapa sekon bagi Bethany untuk mengembalikan kesadaran sepenuhnya sebelum terlonjak kaget dari tidurnya karena wajah rupawan Mingyu yang hanya berjarak beberapa senti saja darinya.  Mingyu terkekeh pelan lalu mengusak rambut Bethany dengan tangannya yang besar. Pemuda itu menyandarkan punggungnya pada meja yang ada di samping Bethany. Dan, Bethany baru menyadari bahwa  ruangan kelas sudah kosong, entah sejak kapan. Itu artinya…

“Mingyu, mana lembar jawabanku?” tanya Bethany ketika menyadari bahwasanya ia tertidur ketika jam ujian KangSeonsaengnim, si Guru Kimia yang katanya sangat tampan itu―padahal menurut Bethany tidak. Sungguh, ia lebih menyukai tampang Mingyu ketimbang guru satu itu.

“Hmm, sudah kuambil tadi. Aku tidak tega membangunkanmu, adik kecil”

“Oh.. baguslah,”

“Hei,”

“Hm?”

“Kau tidak ingin pergi? Ini waktunya makan siang. Apa kau ingin penyakit maag-mu kambuh lagi?” kata Mingyu lalu menghentakkan kakinya. Bethany menurut dan berdiri lalu berjalan berdampingan dengan Kim Mingyu. Sungguh, ia tak ingin jika penyakit menyebalkan itu kembali menyerang dirinya lagi. Rasanya sungguh tak menyenangkan. Itu untuk alasan yang pertama, dan untuk alasan yang kedua, ia tidak tahan harus mendengar omelan dari sang ibu yang sepanjang jalan tembok raksasa di China. Tch!

Rasanya canggung berjalan dengan pemuda ini. Entah sudah berapa kali tubuh Bethany dengan sendirinya bergerak menjauhi Mingyu, namun pemuda itu berulang kali pula mendekatkan dirinya kembali dengan Bethany.

“Kau kenapa berjalan menjauh dariku?” tanya Mingyu.

Bethany membuang napasnya sebal. “Nothing.”

Mingyu memutar matanya dan mengalihkan pandangannya. “Kalau kau ada masalah, cerita saja padaku. Aku ‘kan oppa-mu―” Mingyu menoleh ke arah Bethany, dengan sang gadis yang―entah sejak kapan―menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan. Menyadari satu hal, Mingyu seakan tersedak dengan perkataannya lalu melanjutkan, “yah, calon oppa-mu maksudku,”

Bethany membuang wajahnya dari Mingyu dan berhenti melangkahkan kakinya. Menyadari Bethany yang tertinggal beberapa langkah darinya, Mingyu juga menghentikan langkahnya, menoleh ke belakang dan menemukan Bethany yang tengah terisak di sana.

“Beth? Are you okay?” tanya Mingyu dengan nada khawatir sambil berjalan mendekat ke arah gadis itu. Bethany menyembunyikan wajahnya dari Mingyu. “I’m okay,” jawab Bethany.

“Kau kenapa?” tanya Mingyu kembali, tangan kanannya menyentuh pundak Bethany dengan penuh kasih, seakan-akan gadis itu terlalu rapuh untuk ditinggalkan seorang diri. “Apa kau ada masalah dengan teman lelakimu?”

Bethany mengangguk.

Mingyu memutar tubuh Bethany. “Beth, look at me!” kata Mingyu, berulang kali. Nihil, Bethany tetap tak mau menunjukkan wajahnya. Mingyu lalu menaruh sejumput rambut yang menghalangi wajah Bethany ke belakang telinga gadis itu dan menangkup wajah Bethany dengan matanya yang sembab.

“Kau bisa ceritakan semuanya padaku. Aku tahu, mungkin aku tak bisa menggantikan kakakmu, Wesley,yang ikut dengan appa-mu ke London, tapi aku tahu meskipun kita teman satu kelas, tapi besok kau akan menjadi adikku dan sebagai kakak aku harus melindungi dari teman laki-laki brengsekmu itu,”

Bethany terisak. Ia tahu, Mingyu tak akan pernah mengerti tentang perasaannya. Bukan ini yang ia kehendaki, sungguh. Bagaimana bisa takdir mempertemukannya dengan Mingyu dalam sebuah ikatan seperti ini? Dan, apakah besok Bethany harus menggugurkan perasaannya?

Gwaenchana.” Mingyu menepuk pundak Betahny. “I’m here. So please, don’t cry baby.”

Ya, Bethany rasa, Mingyu tak akan pernah tahu tentang perasaannya yang indah ini. Bethany menyeka air matanya.

“Hei,” Mingyu berucap.

“Hm?”

“Kau tahu?”

“Apa?” tanya Bethany dengan suara serak.

“Tadi eomma mengirimkanku pesan, katanya sepulang sekolah, kita harus memilih baju untuk acara pernikahannya besok. Hm, so, bagaimana dengan warna pastel? Warna kesukaanmu?”

Dada Bethany sesak. Pemuda yang ia sukainya ini sebentar lagi akan menjadi saudaranya sendiri. Bethany memaksakan diri untuk tersenyum. “Terserah padamu, Gyu.”

Mingyu menampakkan wajah mencibir. “Besok aku akan menjadi kakakmu. Tidak maukah kau memanggilku dengan sebutan ‘oppa’?”

Bethany tersenyum samar. “Ne.. op-pa,”

 

FIN

 

ANDELL’s NOTE :

Hella, Andell balik cemans-cemans :’)

Andell baru sembuh dari demam yeppeo da :’)

I miss HPFI badly :’)

Lop Mingyu❤ SHY SHY SHY❤❤❤

 

Regards,

Andelluhan❤

Iklan

2 pemikiran pada “Oppa [Ficlet]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s