[Ficlet] Child’s Breakfast Story

Child's Breakfast Story.png

Special dedicate fanficition to Kwon Soonyoung’s Birthday

— CHILD’S BREAKFAST STORY —

©2016, BaekMinJi93 & Gecee

 

Starring with

Seventeen’s Kwon Soonyoung as Hoshi and OC’s Kyra

slight! mention Seventeen’s Joshua Hong

 

| AU! – slight! Angst – slight! Comedy – Fluff – Romance – Surrealism | Ficlet | Teens |

Disclaimer

This story purely from our precious mind. DON’T BASHING AND DON’T PLAGIARISM!

Happy reading…

“Jika bukan sekarang, kapan lagi?”

 

Siapa sih yang tidak senang melihat sosok Kyra? Postur badan langsing, putih dan indah dipandang. Menyegarkan setiap pasang mata yang menatapnya. Belum lagi bibir ranumnya yang sering menciptakan garis asimetris yang indah. Garis asimetris yang berhasil membuat pipi memerah dan hati berdebar-debar.

 

Tak terkecuali untuk Hoshi. Tak dapat ia pungkiri jika manik obsidiannya itu diam-diam melirik gadis asal Australia tersebut. Hoshi senang memperhatikan sikap ramah Kyra, tawa cerianya, suara merdunya, tatapannya yang lembut dan semua yang ada pada Kyra. Bagi Hoshi, Kyra adalah salah satu contoh sosok yang bisa dikategorikan sempurna.

 

Lihatlah betapa manisnya cara Kyra memperlakukan orang-orang di sekitarnya. Tak heran bila banyak yang mengenal gadis itu—gadis yang terkesan kental akan tabiat baiknya. Tak jarang juga Hoshi beranggapan bahwa berada di sekitar Kyra adalah suatu anugerah yang indah.

 

Dari lubuk hatinya Hoshi ingin sekali mendekati gadis itu, mengajaknya bercakap-cakap, membicarakan tentang mimpi dan masa depan, atau mungkin sekedar merasakan bagaimana rasanya berada di sebelah Kyra. Bagaimana rasanya menjadi salah satu orang yang mendapatkan perhatiannya.

 

Sayangnya, sampai sekarang Tuhan belum mengizinkan Hoshi untuk mendekati Kyra. Selama ini Hoshi hanya mampu menatap Kyra dari kejauhan, merasakan sensasi jantung berdegup dan pipi memanas setiap kali maniknya bersirobok dengan gadis itu. Bukan sekali dua kali Kyra melambaikan tangannya pada Hoshi yang hanya dibalas dengan lambaian malu-malu.

 

Tapi, interaksi mereka hanya sampai di situ.

 

Hoshi tak menyerah. Ia yakin suatu hari nanti ia mendapat kesempatan benar-benar bertemu dan bercakap dengan Kyra seperti impiannya selama ini.

 

Sampai akhirnya hari itu tiba. Hari dimana sang harapan mulai melambung tinggi ke angkasa namun juga hari dimana sang harapan terjatuh di jurang yang tak berdasar. Dan-… Hei! Kenapa wajahmu berubah muram seperti itu? Kau pikir hari itu hari apa? Tenang saja itu hanya hari Senin kok. Tapi jika aku boleh berkata jujur, hari Senin adalah hari paling Hoshi benci selama ia menghembuskan napas di dunia ini. Kenapa?

 

Karena hari Senin adalah hari pemilihan sosok terbaik untuk umat seperti Hoshi. Well… pemilihan ini bukan semacam ajang penghargaan, malah Hoshi pikir hari ini adalah waktu dimana hari kiamat—yang dipercayai oleh semua manusia—tiba. Hatinya berdebar. Rasa takut, cemas, gelisah pun bercampur aduk menjadi satu seolah adonan bubur yang cocok untuk sang buah hati. Tapi jauh di dalam lubuk hatinya terdalam, Hoshi juga berharap jika ia akan terpilih menjadi yang terbaik hari ini.

 

Ya, setidaknya sekali saja berikan kesempatan untuk sosok manis itu merasakan bagaimana sensasinya.

 

Hoshi pun mengedarkan pandangannya. Dapat netranya tangkap jika tatapan warga sekitar juga tak berbeda jauh dengannya. Cukup satu kata untuk menggambarkannya, cemas. Tapi sepertinya ada yang terlewat dari pandangan pemuda itu. Ada satu sosok yang tak menampakan sedikitpun raut yang sama dengan umat yang lain. Dan sial! Tatapan beraninya itu semakin membuat Hoshi kesal, entah mengapa. Jika kau bertanya siapa sosok itu, maka jawabannya adalah Kyra.

 

Karena berbeda dengan yang lain, tentu saja sosok Kyra mudah ditangkap oleh sang pengamat. Bahkan tak butuh waktu lama untuk gadis itu terpilih. Entah angin darimana, tiba-tiba satu pepatah muncul di benak Hoshi.

 

Jika bukan sekarang, kapan lagi?

 

Akhirnya meskipun dengan perasaan ragu, Hoshi mencoba mencuri perhatian sang pengamat dengan bersikap seolah menjadi gentleman sejati. Oke, kau mungkin berpikir jika dia sudah gila. Saat-saat dimana sang kawan menampakan wajah cemas dan berharap untuk tidak terpilih, Hoshi malah bersikap sebaliknya. Dan jika kau bertanya lagi demi siapa ia bertingkah seperti itu, satu nama yang bakal Hoshi ucapkan dengan bangga, KYRA.

 

Berhasil. Akhirnya Hoshi terpilih oleh sang pengamat. Tubuh sedangnya pun digendong dengan mesra di sisi kanan sang pengamat dan sang pujaan hati di sisi kiri. Pandangan Hoshi seolah tak bosan untuk terfokus pada satu titik, namun apa yang diterimanya pun berbanding terbalik dengan apa yang diharapkannya. KYRA TAK MEMBALAS TATAPANNYA SEDIKITPUN.

 

Hati Hoshi seketika hancur berkeping-keping seolah robekan kertas yang sebelumnya telah sengaja seseorang tenggelamkan di dalam air. Sempat terbesit di benaknya jika inilah saat yang tepat untuk dirinya menyerah, namun lagi-lagi rasa ego dan cinta itu datang menghalang yang akhirnya mau tak mau membuatnya kembali bertahan.

 

“Hai!”

 

Ini sapaan pertama yang pemuda itu layangkan pada sang belahan jiwa setelah sekian lama Hoshi mengenal Kyra dan gadis itulah yang terus menyapanya setiap kali keduanya bersitatap.

 

“Hai,” balas Kyra kaku.

 

‘Mungkin karena perasaan cemas’, pikir Hoshi dalam hati.

 

“Bagaimana kabarmu?” tanya pemuda itu masih berbasa-basi.

 

“Baik,” sahut Kyra lembut, seperti biasa. “Kau.”

 

“Tentu saja aku ba-…”

 

Belum sempat Hoshi menyelesaikan kalimatnya, sudah ada kalimat lain yang menimpalinya.

 

“JOSH, CEPAT TURUN! IBU SUDAH MENYIAPKAN SARAPANMU DI MEJA!”

 

Mendengarnya, sontak membuat Hoshi menepuk keningnya dan tanpa sadar membuatnya mengumpat kecil. Hal itu tentu saja membuat Kyra mengerutkan alis bingung. “Kau kenapa, Hosh?”

 

“A-ah… tidak apa-apa.” Salah tingkah? Tentu saja. Tetapi meskipun ia mencoba untuk bersikap tenang, detakan jantungnya yang cepat itu seakan tak ingin berdusta. “Ky, bolehkah aku mengatakan sesuatu padamu?”

 

Masih dengan kerutan alis di dahi, Kyra menanggapinya dengan gumaman kecil. “Ya, tentu saja. Kau ingin mengatakan apa? Sepertinya itu penting.”

 

“A-aku me-…”

 

“HOSH, TOLONG AKUUU…”

 

Oh tidak! Kenapa waktunya tidak tepat sekali?

 

“Tunggu disana, Ky. Aku akan menolongmu.”

 

Tapi ucapan itu seolah tidak mempan membuat ketakutan Kyra memudar. Seiring kepingan tubuh Kyra berkurang, semakin terdengar lantang pula seruan penuh ketakutan gadis itu.

 

“HOSH, TOLONG AKUUU…”

 

“TUNGGU DISANA. AKU JANJI AKAN MENYUSULMU SEGERA, KY!!” Tidak peduli dengan imej yang ia bangun selama ini, Hoshi mulai mengeluarkan sumpah serapahnya kembali. “DASAR BODOH! KENAPA KAU LAMBAN SEKALI MAKANNYA?!”

 

Tapi yang Hoshi sebut dengan panggilan “BODOH” itu seolah tidak mendengarnya dan malah asyik tertawa terbahak-bahak akibat adegan lucu milik salah satu kartun yang ditayangkan di televisi.

 

“JOSH, CEPAT HABISKAN SEREALMU! KAU HAMPIR TERLAMBAT SEKARANG!”

 

“APAKAH KAU TIDAK MENDENGARNYA, JOSH?! IBUMU SUDAH MEMBERIKAN PETUAH PADAMU. CEPAT MINUM AKU DAN DENGAN BEGITU AKU BISA-…”

 

BRAKKK!!!

 

Bukannya mendapat apa yang Hoshi mau, bocah kecil yang ia panggil dengan nama Josh tadi membanting pintu dengan kasar setelah sebelumnya menghentakan kakinya kesal dan pergi keluar tanpa berpamitan pada ibunya.

 

“EH?! KENAPA KAU PERGI? JOSH KEMBALI! AKU HARUS MENYELAMATKAN KYRA SEKARANG JUGA!”

 

Percuma. Meskipun Hoshi terus berteriak kencang dan mengeluarkan berbagai umpatan disertai sumpah keramatnya semua terasa terbuang begitu saja karena bus yang mengantar Josh ke sekolah sudah berangkat sejak sepuluh menit yang lalu.

 

Dan kini Hoshi kembali merasakan suasana kesendirian. Sendiri dimana perasaan hampa tengah mendominasi tanpa kehadiran sang pujaan hati. Tanpa kita bertanya padanya pun, Hoshi sadar jika sosok sepertinya—yang tak lain adalah susu sapi murni—akan mengalami rasa patah hati yang amat sangat dahsyat seperti ini. Setidaknya satu-satunya harapan yang bisa Hoshi panjatkan saat ini agar bisa bertemu dengan Kyra kembali ialah…

 

Semoga Josh tidak buang air hari ini.

 

— FIN —

Our Notes :

 

Ini hanyalah contoh dari kegilaan kami di tengah virus WB yang melanda dan kerinduan akan waktu berbuka.

HAPPY BIRTHDAY, KWON FIRE!!!

 

BaekMinJi93’s Personal Notes :

Kyaaa… akhirnya kudapat debut juga di lapak ini >.<

(Big thanks to kak Gecee yang udah mau ngajak kolab author abal sepertiku yang sedang dilanda virus WB akut. Suwer aku terharu loh…)

Sebelumnya aku ingin mengucapkan terimakasih kepada seluruh admin karena sudah mau menerimaku disini dan aku juga ingin mengucap maaf jika aku baru saja melakukan debut hari ini 🙂

Last, just call me Bebe and I hope we can be a closest friend. See ya ^^

 

Warm Regards,

 

— BaekMinJi93 & Gecee —

Iklan

3 pemikiran pada “[Ficlet] Child’s Breakfast Story

  1. Reblogged this on 93's Vintage Cafe and commented:

    HAPPY BIRTHDAY KWON FIREEE >.<
    Wish you all the and God bless you, yak ^^

    FF collab pertamaku dengan kakak kesayangan /eak/ dan juga FF debutku di Pledis FF Indo 🙂
    Semoga nyambung dan suka ya sama jalan ceritanya ^-^
    N/B : Maklum hasil tulisan kedua orang yang sama-sama terkena virus WeBe, jadi rada ngaco /oke ini alasan nggak bermutu -_-/
    See ya ~

    Suka

  2. ini kocaaakkk!!! awalnya rada bingung, pas ibu josh manggil itu kirain typo maksunya hoshi, sempet mikir juga ini hoshi lg mimpi, tautaunya dia adalah susu sapi murni xD gak berhenti ngakak apalagi pas kalimat akhir. jadi penasaran hoshi ketemu gak yaa ama kyra, apa jangan2 susunya dibuang wkwkwkkw good story author!!

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s